Senin, 07 Mei 2012
tips meningkatkan rasa percaya diri
1. Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain!
Kita akan selalu memiliki sisi yang lebih lemah dibandingkan orang lain. Jika kamu ingin menguasai banyak hal sekaligus (sebagai akibat membandingkan diri dengan orang lain), mungkin kamu takkan pernah berhasil dalam bidang apapun. Einstein mungkin ahli dalam hal matematika. Tapi kita tak pernah mendengarnya menciptakan lagu atau merancang busana, bukan? Dan sang professor sendiri tak pernah mempersoalkan kemampuannya dalam bidang lainnya. Ada orang-orang yang terlahir dengan multi-talenta. Biarkan saja mereka. Jika kamu tidak, bukan berarti kamu punya alasan untuk merasa inferior. Kamu selalu punya kekuatan, potensi dan talenta dalam dirimu untuk meraih impianmu, entah dalam hal apa yang kamu sukai. Hanya ada satu kamu di dunia ini dan berbanggalah karena itu. Jika kamu tidak menjadi dirimu, lalu siapa yang akan menjadi kamu? *wink wink*.
2. Fokus saja pada kelebihanmu
Ada orang-orang yang ingin menguasai semua bidang. Seni, matematika, bahasa, olahraga, IT.., yeah, itu hak mereka. Tidak pernah salah untuk mempelajari hal-hal baru dalam hidup selama kita memiliki kesempatan untuk itu. Tapi dengan demikian, kita melupakan kekuatan dari fokus. Bukankah lebih baik kita berhasil dalam satu bidang tertentu ketimbang bisa melakukan banyak hal namun tidak punya keahlian khusus dalam salah satu bidang?
Jika kamu mahir dalam bidang IT, jangan cemas jika kamu lemah dalam bidang olahraga. Jika kamu ahli dalam sastra, jangan persoalkan jika kamu kurang mahir dalam menghitung rumus. Tiap kita dilahirkan dengan tas perlengkapan kita sendiri yang disebut sebagai bakat atau 'genius' kita. Memikirkan kelemahan kita hanya akan membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang seharusnya bisa lebih berguna!
3. Lupakan!
Konon, salah satu ciri-ciri terpenting dari pemain rugby yang benar-benar hebat adalah 'ingatan yang luar biasa pendek'. Maksudnya adalah kemampuan sang pemain untuk seketika itu juga melupakan kegagalannya agar dapat fokus pada target - keberhasilannya menangkap lemparan bola lain kalinya.
Kita semua pernah gagal di masa lalu. Kita pernah berbuat salah dan melakukan pelanggaran. Kita pernah disakiti, dikhianati dan mengalami banyak perasaan buruk lainnya. Mengkritik diri sendiri atas kesalahan dan kekeliruan di masa lalu tidaklah membantu, justru malah cenderung mengubah perilaku yang ingin kita ubah. Hentikan bayang-bayang dari masa lalu. Arahkan pandangan ke depan dan mulailah lembaran baru dalam hidup. Jangan biarkan kegagalan dari masa lalu membebani dan menghantuimu. Jika bukan kamu sendiri yang menentukan perasaanmu, maka orang lain akan mengambil kendalinya!
4. Lakukan hal-hal yang kamu suka
Melakukan hal-hal yang kita sukai akan meningkatkan rasa percaya diri kita. Kenapa? Karena kita akan berusaha untuk menguasai hal itu dan menjadi mahir karenanya. Jika kamu suka menulis, menulislah. Jika kamu suka menggambar, menggambarlah. Jika kamu suka menari, menarilah. Menurut Brian Tracy, tidak ada orang yang lebih hebat dari kita (jika kita mau berusaha). Jadilah yang terbaik dalam bidangmu!
5. Berpura-puralah!
Tahukah kamu bahwa berpura-pura percaya diri bisa meningkatkan rasa percaya dirimu? Itu terjadi karena otak kita tidak punya penilaian moral. Seperti komputer, ia hanya bekerja sesuai dengan data yang dimasukkan ke dalamnya. Jika kamu memasukkan banyak data yang positif (bahkan walaupun itu hanya sesuatu yang pura-pura), tepat seperti itulah ia akan merespons. Demikian juga halnya jika kamu memasukkan data-data yang negatif. Nggak heran kamu bisa BT sepanjang hari hanya karena sesuatu yang salah di pagi hari..
6. Olah rasa sakitmu!
Konon, rasa sakit dapat berfungsi sebagai motivator yang paling baik. Mungkin kamu pernah dipandang sebelah mata oleh orang lain. Direndahkan, dianggap nggak becus, nggak dipercaya, dan sebagainya. Jangan bersedih hati dan menyesali nasib karenanya. Gunakan rasa sakit sebagai pendorong utamamu membuktikan pada dunia bahwa mereka salah. Bahwa kamu tidaklah seperti yang orang lain katakan. Kamu punya kualitas yang lebih baik dari yang mereka sangka selama ini. Jika kamu hanya diam, mereka akan menatapmu dan beranggapan bahwa mereka benar. Jangan hanya diam, bertindaklah, lakukan sesuatu. Kejar impianmu. Kamu belum benar-benar gagal hingga kamu sendiri yang menyerah dan mengaku kalah! Selama kamu masih berjuang, kamu sedang dalam perjalanan untuk kesuksesanmu!
7. Lakukan yang terbaik
Berusaha melakukan yang terbaik akan membuat kita tenang dan lebih PD. Ingatkah kamu saat kamu mengerjakan PRmu dengan baik? Ketika kamu tiba lebih awal di sekolah dan tidak terlambat? Ketika kamu berhasil menyelesaikan tugas-tugas sekolahmu tepat pada waktunya? Kamu akan merasa jauh lebih tenang, dan lebih percaya diri. Jika belum, mungkin ini layak dicoba! *smile*.
8. Terhubung dengan Kekuatan Illahi
Menurut penelitian, orang-orang yang banyak menghabiskan waktu untuk berdoa atau bermeditasi akan merasa jauh lebih tenang. Tentu saja! Dengan siapa kita bergaul mempengaruhi kepribadian kita. Seperti yang saya katakan (tuliskan?) berulang kali, Tuhan yang menciptakanmu tak pernah menciptakan seseorang sebagai bahan eksperimen. Jadi jika kamu lahir ke dunia ini, maka kamu adalah bukti nyata kasihNya. Kamu adalah masterpieceNya. Hanya dengan menyadari hal ini seharusnya bisa membuatmu merasa lebih percaya diri. Jika belum, mungkin kamu perlu lebih lagi terhubung dengan Kekuatan Illahi..
Pernahkah kamu mendengar kalimat berikut ini?
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;
Carilah maka kamu akan mendapat;
Ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu..
Hidup mungkin tidak membayarmu setiap bulan atau setiap tahun seperti seorang boss, guys, tapi hidup akan memberikanmu upah pada waktunya..
Diposkan oleh novita sari dixit di 02:50 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Tips cantik Memakai Jilbab
1. Pilih bahan Jilbab yang ringan,nyaman,adem dan praktis.
2. Pilih model jilbab sesuai dengan bentuk wajah dan acara yang hendak kita hadiri.Agar kita tidak salah kostum.
3. Model jilbab serta warna harus disesuaikan dengan busana yang kita pakai untuk memberi kesan elegan dan cantik.
4. Gunakan dalaman jilbab,seperti ciput,bando,atau bandana agar rambut tidak mudah keluar sehingga anak-anak rambut pun rapi tersembunyi.Apabila rambut anda berponi gunakan jepit ke belakang agar tidak menimbulkan jerawat didahi.
5. Berwarna serasi dengan dalaman jilbab,kadang jilbab atau bergo yang kita gunakan tidak cukup tebal sehingga dalaman jilbab cukup membayang.Untuk menyiasati pilih warna yang serasi dengan jilbab luar atau pilih warna hitam,putih atau warna kulit yang akan cocok dipadu-padan dengan jilbab aneka warna.
6. Gunakan aksesoris jilbab seperti bros atau lainnya agar terlihat lebih cantik.
7. Hindari model jilbab yang rumit dan banyak aksesoris untuk pemakaian sehari-hari.Agar kita dapat melakukan aktifitas kita lebih leluasa.
BERPAKAIAN SYAR'I MUSLIMAH
bagaimana cara berpakaian muslimah yang syar'i????
berikut ini adalah cara berpakaian muslimah yang syar'i :
• pakailah pakaian yang tidak ketat, tidak tipis, serta menutupi aurat.
• bagian tubuh yang boleh terlihat hanyalah muka dan telapak tangan.
• jilbab harus menutupi dada.
• jangan memakai jilbab yang tipis, jika ingin menggunakan jilbab tipis seperti paris bisa dirangkap, agar rambut dll yang seharusnya tidak terlihat menjadi tertutup.
• jika menggunakan bawahan celana, baju kurang lebih sampai selutut.
• jika menggunakan rok boleh kurang dari selutut tapi harus menutupi pantat
• jika memakai terusan atau gamis di anjurkan memakai dobelan celana / rok supaya betis kita tidak terlihat
ZAUJATY
“Uhhibuki misla maa anteee” I love you the way you are,
“Uhiibuki kaifa ma kunteee” I love you the way you were,
“Wa mahma kaana ,mahaa saara“ No matter what did or will happen
“anti habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“Zawjateee…” My Wifeeey…
“anti habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“Uhhibuki misla maa anteee” I love you the way you are,
“Uhiibuki kaifa ma kunteee” I love you the way you were,
“Wa mahma kaana ,mahaa saara“ No matter what did or will happen
“anti habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“Zawjateee…” My Wifeeey…
“halaali anti laa akhshaa adulan…an numaqteee…” You’re my rightful wife, I don’t fear sin… I don’t care not about those who like to reproach and irritate me.
laqad azina zamaanulana bi wuslim ghayri mumbatteee” It is our destiny to be Together eternally.
“Saqaytil hubba fi qalbi bi husnil fa a’li was-samti” In my heart you instilled love With grace and good deeds.
“yagheeb-us’-sa’adu innibti” Happiness vanishes when you disappear,
“Wa yasful a’yshu inji ti” Life brightens when you’re there.
“nahaari kaadihum hatta izaa ma a’ttulil baytee” Hard is my day Until you return home.
“Laqituki fanjala anni duna ya izaaa tabassamteee” Sadness disappears When you smile. J
“Uhhibuki misla maa anteee” I love you the way you are,
“Uhiibuki kaifa ma kunteee” I love you the way you were,
“Wa mahma kaana ,mahmaa saara“ No matter what did or will happen
“antee habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“Zawjateee…” My Wifeeey…
“antee habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“tagiku bi al hyaatu iza bi aa yauman tabarramti” Life turns black When you’re upset,
“fa asssaa jaahidan hatta aw haqqi qaamaa tamannaytee” So I work hard To make your wish come true.
“anaaee anti fal tanay bi jifhil hubbi maa ashtee” You’re my happiness. May you be happy forever.
Fa roohanaa qadi talafa ka mislil ardhi wa annabteee Our souls are united Like soil and plants.
“wa amali wa Yaa sakaanee Yaa unsi wa mulhimateee” ”You’re my hope, my peace My good company and inspiration.
“yatibul a’eshu mahmaa daaqatil ayyaamu intibteee” Life is good, no matter how hard it is, When you’re fine.
“wa amali wa Yaa sakaanee Yaa unsi wa mulhimateee” ”You’re my hope, my peace
My good company and inspiration.
“yatibul a’eshu mahmaa daaqatil ayyaamu intibteee” Life is good, no matter how hard it is, When you’re fine.
“Uhhibuki misla maa anteee” I love you the way you are,
“Uhiibuki kaifa ma kunteee” I love you the way you were,
“Wa mahma kaana ,mahaa…saaraa“ No matter what did or will happen
“anti habeebati anteee” You are and will be My Darling.
“Zawjateee…” My Wifeeey…
KECERDASAN INTELEKTUAL (INTELIGENSI)
I. PENDAHULUAN
Kecerdasan intelektual ditemukan pada sekitar tahun 1912 oleh William Stern. Digunakan sebagai pengukur kualitas seseorang pada masanya saat itu, dan ternyata di Indonesia juga masih menggunakannya. Kecerdasan ini terletak dibagian otak bagian Cortex (kulit otak).
Orang berpikir menggunakan pikiran (intelek)-nya. Cepat tidaknya dan terpecahkan atau tidaknya suatu masalah tergantung kepada kemampuan inteligensinya. Dilihat dari intelegensinya, kita dapat mengatakan seseorang itu pandai atau bodoh, pandai sekali/cerdas (genius) atau pandir/dungu (idiot).
Intelegensi merupakan salah satu dari berbagai kejiwaan yang sulit dipahami. Padahal sudah tidak diragukan lagi, bagaimana besar peranannya dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam nidsng pendidikan dan pengajaran. Walaupun terdapat berbagai anggapan bagaimana peranan inteligansi itu, namun paling tidak, terdapat anggapan umum bahwa inteligensi merupakan salah satu faktor yangikut menentukan berhasil tidaknya belajar seseorang. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan, bila masalah ini telah mengundang minat dan perhatian para ahli ilmu jiwa pendidikan, dan kemudian meluas ke kalangan ahli ilmu jiwa lainnya. Untuk mengkaji dan membahas “apakah inteligensi itu,” baik secara perorangan maupun kelompok.
II. RUMUSAN MASALAH
A. Apa pengertian Kecerdasan intelektual(inteligensi)?
B. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi?
C. Bagaimana tingkatan inteligensi?
D. Bagaimana teori inteligensi?
III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Kecerdasan Intelektual(Inteligensi)
Intelegensi berasal dari bahasa Inggris “Intelligence” yang juga berasal dari bahasa Latin yaitu “Intellectus dan Intelligentia”, yang artinya akal, kecerdasan, terpelajar.
Ada beberapa rumusan definisi inteligensi yang dikemukakan para ahli psikologi. Namun, karena antara definisi yang satu dengan yang lainnya berbeda, maka belum diperoleh satu definisi pun yang tepat. Oleh karena itu, untuk memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang intelegensi, berikut ini adalah beberapa definisi yang dirumuskan oleh para ahli.
1. Edward Thorndike
Menurut Edward, intelligence is demonstrable in ability of the individual to make good responses from the stand point of truth or fact.
2. William Stern
Wiliiam berpendapat bahwa inteligensi kesanggupan jiwa untuk menghadapi dan mengatasi keadaan-keadaan atau kesulitan baru dengan sadar, dengan berpikir cepat dan tepat.
3. Bigot-Khostamm
Menurut Bigot, inteligensi adalah suatu kemampuan untuk melakukan perbuatan jiwa dengan cepat.
4. Witherington
Menurutnya inteligensi bukan suatu kekuatan, bukan suatu daya, bukan suatu sifat. Inteligensi adalah suatu konsep, suatu pengertian.
5. David Wechsler (1958)
Beliau mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif
6. Suryabrata (1982)
Intelegensi didefinisikan sebagai kapasitas yang bersifat umum dari individu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi-situasi baru atau problem yang sedang dihadapi.
Dari beberapa pengertian di atas, secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Inteligensi
Fator-faktor yang dapat mempengaruhi inteligensi sehingga terdapat perbedaan inteligensi seseorang dengan yang lain adalah:
a. Pembawaan
Pembawaan ditentukan oleh sifat-sifat dan ciri-ciri yang dibawa sejak lahir. Orang itu ada yang pintar dan ada yang bodoh, meskipun menerima pelajaran dan pelatihan yang sama, perbedaan-perbedaan itu masih tetap ada.
b. Kematangan
Tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap organ(fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing.
c. Pembentukan
Pembentukan ialah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan inteligensi. Dapat kita bedakan pembentukan sengaja (seperti yang di lakukan di sekolah-sekolah) dan pembentukan tidak sengaja(pengaruh alam sekitar).
d. Minat
Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan-dorongan yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar.
e. Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode tertentu dalam memecahkan masalah-masalah. Dengan adanya kebebasan ini berarti bahwa minat itu tidak selalu menjadi syarat dalam perbuatan inteligensi.
C. Tingkatan inteligensi
Binet dan Simon membagi tingkatan inteligensi individu menjadi 8 kelompok sebagai berikut:
Interval Predikat
IQ 140 keatas Sangat cerdas
IQ 120-140 Cerdas
IQ 110-120 Pandai
IQ 90-110 Normal
IQ 70-90 Bodoh
IQ 50-70 Debil
IQ 30-50 Embisil
IQ dibawah 50 Idiot
Dari table diatas terlihat bahwa pada setiap interval terdapat predikat dari tingkat inteligensi individu yang bersangkutan. Adapun penjelasan dari tabel tersebut adalah:
a. Idiot (IQ 0-30)
Tungkatan ini termasuk kelompok individu terbelakang. Mereka tidak dapat berbicara dan hanya mampu mengucapkan beberapa kata saja. Ia juga tidak mampu mengurus diri sendiri, makan minum, berpakaian dan lain-lain.
b. Embisil (IQ 30-50)
Tingkatan ini masih dapat belajar bahasa, dapat mengurus dirinya sendiri, dan dapat diberi tugas ringan, seperti mencuci piring dan mengepel lantai. Namun denagn pengawasan dan disertai kesabaran. IQ-nya rata-rata sama dengan anak normal yang berumur 3-7 tahun, namun mereka tidak bisa dididik di sekolah bersama dengan anak-anak yang normal.
c. Debil (IQ 50-70)
Individu yang termasuk debil atau moron ini sampai pada tigkat tertentu, dapat belajar membaca, menulis, dan berhitung, dalam hitung-hitungan yang sederhana. Bahkan dengan latihan-latihan yang intensif, mereka dapat memperoleh ketrampilan-ketrampilan sederhana.
d. Bodoh atau Dull (IQ 70-90)
Kelompok bodoh ini kecerdasannya di bawah kelompok normal, dan di atas kelompok terbelakang. Kelompok ini agak lambat dalam hal belajar, meskipun demikian diantara mereka ada yang sukar menyelesaikan kelas terakhir di SMP, juga ada yang dapat menyelesaikan SMP namun agak sulit untuk menyelesaikan pendidikan di SMA.
e. Normal (IQ 90-110)
Kelompok ini merupakan kelompok yang terbesar presentasinya di kalangan masyarakat. Mereka mempunyai IQ yang sedang atau normal (rata-rata).
f. Pandai (IQ 110-120)
Tingkatan ini termasuk kategori high average (pandai atau di atas normal). Dengan kata lain, mereka tergolong kelompok normal yang berada pada tingkatan tertinggi.
g. Cerdas (IQ 120-140)
Individu yang termasuk kelompok ini pada umumnya mampu menyelesaikan pendidikan akademik. Apabila dalam pendidkan mereka disatukan dengan kelompok normal, maka individu cerdas ini lazimnya menjadi pemimpin kelas (rapid learner).
h. Sangat Cerdas (IQ 140 ke atas)
Tingkatan ini termasuk kelompok individu yang mempunyai kecerdasan yang luar biasa (over genius), sehingga walaupun tidak sekolah mereka akan mampu menemukan dan memecahkan suatu masalah yang sulit dan rumit.
D. Teori-teori Intelegensi
a. Teori Dwi Faktor, Spearman
Spearman adalah seorang ahli statistik bangsa inggris, ia berpendapat intelegnsi terdiri dari ebilitas umum (G) dan ebilitas-ebilitas khusus (S). General faktor ini adalalah faktor yang mendasari semua tingkah laku individu, apapun bentuk dan jenis tingkah laku seseorang, di dalamnya mesti ada faktor G tersebut. Sedangkan spesial faktor hanya berfungsi pada tingkah laku tertentu saja. Dengan demikian maka bila individu melakukan dua macam tingkah laku, faktor G sama, tetapi faktor S berbeda, ilustrasi yang mungkin bisa memprjelas adalah sebagai berikut:
Mengingat sesuatu /S1/tingkah laku 1 = G + S1
Berpikir sesuatu /S2/tingkah laku 2 = G + S2
Menghayal sesuatu /S3/tingkah laku 3= G + S3/
S4/ .................... 4 = G + S4.
Selanjutnya sperman mengatakan faktor G sangat tergantung kepada dasar, sedang faktor S itu diperngaruhi oleh lingkungan.
b. Teori Multi Faktor
Menurut Thurston faktor G itu tidak ada, yang ada adalah “ Group Factor” atau faktor C yang berfungsi pada sejumlah tingkah laku dan faktor S, jumlahnya sebanyak tingkah laku khusus yang dilakukan individu yang bersangkutan.
Adapun faktor C sebanyak tujuh sebagai berikut:
a. Mudah/ mempergunakan bilangan
b. Ingatan
c. Kemampuan menangkap hubungan percakapan atau bahasa
d. Tajam penglihatan
e. Kemampuan menarik kesimpulan dari data-data yang ada
f. Cepat mengamati
g. Pemecahan masalah
c. Teori Kuantitas Intelegensi
Percobaan Thorndike terhadap tingkah laku binatang-binatang dan anak-anak dalam situasi belajar, menggiring beliau untuk berpendapat bahwa “ kualitas intelek tergantung terhadap kuntitas hubungan dari syarat-syarat penghubung”. Uraian berikutnya tingakah laku adalah sebagai hasil pengaruh dari stimuli-stimuli atas oraganisme untuk memperlajari sesuatu bahan baru akan menjadi lebih mudah apabila telah dimiliki sejumalah gabungan pengalaman-pengalaman yang sama yang dibutuhkan pada situasi baru, yang telah dibentuk dalam praktek sebelumnya.
Individu yang berbeda dengan yang lain, misalnya lebih kuat inteleknya atau lebih tinggi, ini tidak diakibatkan oleh proses psikis yang baru, melalinkan oleh jumlah hubungan-hubungan yang lebih besar dari kelompok peristiwa-peristiwa biasa.
Teori tersebut diatas nampaknya banyak yang merasa berat untuk menerimanya, sebab Thorndike memberikan makanan terlampau besar pada fakta, bahwa tingkahlaku seseorang tergantung atas sejumlah hubungan-hubungan peristiwa yang terjadi dalam otak dan susunan urat-urat saraf sesuatu yang mutlak harus ada bagi aktivitas intelektualnya.
Selanjutnya Thorndike mengemukakan bahwa individu mungkin tidak mampu menyelesaikan tes akademis, sebagai gambaran intelegensinya, namun mungkin mempunyai tingkat abilitas yang relatif tinggi dalam hal-hal yang praktis( mechanical intellegence) atau dalam hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat ( social intellegence), pandangan ini nampak lebih bisa diterima oleh orang-orang yang berkencimpung dalam pendidikan.
IV. KESIMPULAN
1. Inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
2. Fator-faktor yang dapat mempengaruhi inteligensi antara lain adalah: pembawaan, kematangan, pembentukan, minat, kebebasan.
3. Binet dan Simon membagi tingkatan inteligensi individu menjadi 8 kelompok diantaranya: sangat cerdas(IQ 140 ke atas), cerdas(IQ 120-140), pandai(IQ 110-120), normal(IQ 90-110), bodoh(IQ 70-90), debil(IQ 50-70), embisil(IQ 30-50), idiot(IQ dibawah 50).
4. Teori-teori dalam inteligensi ada 3 yakni Teori Dwi-faktor, Teori Multi-faktor, dan Teori kuantitas inteligensi.
V. PENUTUP
Demikian makalah ini kami buat, mudah-mudahan dengan adanya makalah ini dapat memberikan pengetahuan dan manfaat bagi kita semua. Untuk kesempurnaan makalah ini, kami selaku pemakalah bersedia menerima kritik dan saran yang membangun untuk menuju yang lebih baik nantinya. Kami selaku pemakalah mohon maaf atas kekurangan ketidaksempurnaan makalah ini, untuk perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Abror, Abdur Rochman. 1993. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.
Baharuddin. 2010 . Psikologi Pendidikan Refleksi Teoritis terhadap Fenomena. Yogyakarta: Ar-Ruz Media Group.
Mustaqim. 2001. Psikologi Pendidikan. Semarang: Pustaka Pelajar.
Purwanto, Ngalim.2011. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
KHAWARIJ
I. PENDAHULUAN
Pasca pembunuhan Ustman, suasana memang begitu kacau, umat islam terpecah menjadi beberapa kelompok. Tidak semua umat islam islam membai’at Ali. Khawarij merupakan kelompok agama dan kelompok politik yang sangat penting dalam islam. Ia tumbuh pertama kali di bawah naungan kelompok Ali ibn Abi Tholib r.a. Namun mereka malah melakukan pemberontakan kepada Ali setelah terjadinya arbitrasi dan mencopotnya dari kekuasaannya dengan alas an bahwa dia menerima tahkim. Penyebab utama kemunculan kelompok ini dalam panggung sejarah umat islam adalah peristiwa tahkim antara Ali dan muawiyah setelah perang shiffin. Mereka muncul pertama kali situasi konflik antara sebagian sahabat dan sebagian lainnya. Mereka memberontak dan menentang Ali karena merasa tidak puas terhadap gencatan senjata yang disepakati antara Ali dan Muawiyah. Mereka juga mengatakan bahwa penyebab perpecahan kaum muslimin adalah tiga orang, yaitu Ali, Muawiyyah, dan Amr ibn ‘Asy. Agar umat Islam kembali bersatu , maka ketiganya harus dibunuh. Dan mereka akhirnya keluar dari pasukan Ali ibn Abu Tholib r.a.
Semua kelompok khawarij sependapat bahwa mereka tidak mengakui kekhalifahan Ustman maupun Ali. Mereka mendahulukan ibadah dari segala-galanya, mereka menganggap tidak sah perkawinan terkecuali dengan kelompoknya, mereka mengkafirkan orang yang melakukan dosa besar dan tidak wajib menaati imam yang menyalahi sunnah.
II. POKOK PERMASALAHAN
A. Apa pengertian dari khawarij?
B. Apa saja kelompok-kelompok dalam khawarij?
C. Bagaimana pandangan khawarij mengenai para sahabat?
III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Khawarij
Kharijites adalah bentuk bahasa inggris yang mewakili bahasa arab khawarij atau kharijiyyah, yang masing-masing mungkin dapat dideskripsikan sebagai kata benda jamak dan kolektif, bentuk tunggalnya adalah khariji. Kata-kata tersebut merupakan derivasi dari kata kharaja. Kata ini bisa dipahami dengan berbagai cara, tetapi empat diataranya relevan dengan penjelasan nama khawarij. Empat hal itu adalah sebag berikut:
1. Khawarij adalah orang yang keluar / memisahkan diri dari golongan Ali.
2. Mereka adalah orang yang keluar dari kalangan orang yang tidak beriman.
3. Mereka adalah orang-orang yang keluar menentang (kharaja’ ala) Ali dalam pengertian memberontak terhadap Ali.
4. Mereka adalah orang yang keluar dan mengambil bagian aktif dalam jihad, berbeda dengan mereka yang masih tetap, yang dibedakan dalam Al-Qur’an.
Para penulis juga berbeda pendapat mengenai makna khawarij. Berikut ini pengertian yang dikemukakan oleh beberapa ulama:
a. Kalangan Asy’ariyah bahwa khawarij adalah orang yang keluar darastaniri golongan Ali ibn Abi Thalib r.a. Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa mereka keluar dari barisan Ali berdasarkan pemikiran dan pemahaman mereka terhadap Ali.
b. Syahrastani menyatakan bahwa orang khawarij adalah semua orang yang keluar menentang pemimpin yang benar yang disepakati oleh jamaah kaum muslim, baik di masa para khalifah Rasyidin maupun di masa-masa berikutnya.
c. Al-Muqrizi mengatakan bahwa khawarij adalah kelompok sesat yang berlebihan mencintai Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. serta berlebihan membenci Ali ibn Abi Thalib r.a.
Ada kesamaan dari ketiga pengertian itu, yakni bahwa khawarij adalah kelompok yang keluar. Pendapat yang paling bisa diterima adalah pendapat Al-Asy’ari, karena ia memberikan gambaran khusus mengenai kelompok khawarij, yang tidak terdapat pada kelompok islam lainnya.
Pengertian kedua lebih luas karena meliputi siapa saja yang keluar dari kepemimpinan yang sah dan diakui oleh jamaah kaum muslim, kapanpun dan di manapun mereka berada. Para ulama memiliki istilah khusus bagi siapa saja yang keluar atau menentang pemimpin yang sah. Mereka menyebutnya bughat-pemberontak atau penentang, bukan khawarij. Istilah khawarij khusus ditujukan kepada orang yang keluar dari golongan Ali ibn abi Thalib r.a.
Definisi ketiga melibatkan kecintaan kepada khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq dan Umar ibn al-Khatab, serta permusuhan kepada Ali ibn Abi Thalib r.a. Definisi ini tidak komprehensif karena hanya mengungkapkan salah satu pandangan mendasar kaum khawarij yaitu kebencian kepada Ali ibn Abi Thalib.
B. Kelompok-Kelompok Khawarij
Golongan Khawarij terbagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Al – Muhakimiyah
Kelompok Al-muhakimiyah adalah mereka yang tidak menaati Ali ibn Abu Thalib r.a. setelah terjadinya tahkim. Kelompok ini dipimpin oleh Abdullah ibn al-Kawa, Atab ibn al-Anwar, ‘Abdullah ibn Wahab al-Razi, yang di kenal dengan An-Najdah. Jumlah kelompok ini sekitar 12.000 orang yang taat melakukan shalat dan puasa.
Orang khawarij yang pertama dari kelompok ini bernama Zu al-Khuwairisah dan yang terakhir adalah Zu al-Tsadiyah. Mereka menyatakan bahwa mereka tidak menaati khalifah semenjak awalnya karena mereka itu telah menciptakan 2 macam bid’ah:
Pertama, bid’ah yang mereka buat tentang imamah. Menurut mereka imam boleh sajaselain dari quraisy. Apabila imam telah berubah perilakunya dan telah meninggalkan kebenaran, wajib di berhentikan atau dibunuh. Dan menurut mereka tidak boleh ada dua orang imam dalam satu zaman.
Kedua, Ali ibn Abu Thalib menurut mereka telah banyak melakukan kekeliruan diantaranya menerima konsep arbitrasi, yakni menerima hukum yang dibuat manusia bukan Allah. Menurut arbitrasi boleh saja kalau dari orang yang ahli dan mampu dalam masalah itu.
b. Al – Azariqah
Al-azariqah adalah kelompok pendukung Abu Rayid Nafi ibn Al-Azraq yang memberontak terhadap pemerintahan Ali ibn Abu Thalib. Ia melarikan diri dari sekelilingnya.
Mereka membenarkan Abd ar-Rahman ibn Maljam yang membunuh Ali ibn Abu Thalib. Menurut mereka Allah telah menurunkan ayat yang berbicara tentang Abd ar-Rahman:
وَمِنَ النَا سِ مَنْ يَشْرِ ى نَفْسَهُ ابْتِغَآ ءَ مَرْ ضَا ةِ اللهِ
“Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah.” (QS.Al-Baqarah:207)
c. An- Najadaat
An-najadaat adalah kelompok yang mengikuti pemikiran seorang yang bernama Najdah ibn ‘Amir al-Hanafi yang dikenal dengan nama ‘Ashim yang menetap di Yaman. Ada sekelompok dari kelompok Najdah yang tidak memberikan penilaian terhadap tindakan Najdah, mereka hanya menyerahkan urusannya kepada Allah. Nama lain dari an-Najdah adalah al-‘Aziriah, karena menurut mereka kejahilan tidak dapat dijadikan uzur dalam penerapan hukum fiqih.
Perselisihan antara Nafi dan najdah berkisar tentang boleh atau tidaknya melakukan taqiyah, Nafi berpendapat taqiyah tidak diperbolehkan dengan alasan firman Allah:
إِ ذَا فَرِ يْقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْ نَ النَا سَ كَخَشْيَةِ اللهِ
“…tiba-tiba dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh) sepertikutnya kepada Allah…”(QS. An-Nisa’:77)
d. Al – Baihasiah
Kelompok Baihasiah adalah kelompok yang mengikuti pendapat-pendapat Abu Baihas al-Haisham ibn Jabir salah seorang dari suku Bani Saad Dhubai’ah. Abu Baihas mengkafirkan Ibrahim dan Ma’mun karena berbeda pendapat dengannya tentang hukum menjual budak wanita. Dia juga mengkafirkan kelompok yang menyerahkan penilaian diri seseorang kepada Allah.
Sebagian besar kelompok Baihasiah mengatakan bahwa ilmu pengetahuan dan perbuatan adalah iman. Sebagian lagi mengatakan tidak ada yang haram melainkan apa yang diharamkan Allah dalam wahyu-Nya.
e. Al – Ajaridah
Kelompok Al-‘Ajaridah adalah kelompok yang dipimpin oleh seseorang yang bernama Abd al-Karim ‘Araj yang isi ajarannya mirip dengan ajaran Najdah. Sebagian orang menyebutkan bahwa dia termasuk sahabat dekat Baihas, namun dia kemudian memisah diri dan mendirikan kelompok tersendiri.
Kelompok al-‘Ajariyah ini terbagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok mempunyai ajaran tersendiri yang menjadi ciri khasnya.
Pertama, kelompok Ash-Shaltiah yang mengikuti ajaran-ajaran yang di kembangkan Ustman ibn Abi Shalt atau Shalt ibnu Abi Ash-Shalt. Sebagian dari mereka berkata, ”Anak seorang muslim dan musyrik baru dapat dikatakan muslim yang wajib melaksanakan ajaran islam setelah ia mencapai usia baligh dan menyatakan isla m sebagai agamanya.
Kedua, kelompok al-Maimuniyyah yang mengikuti ajaran Maimun Ibn Khalid. Kelompok al-Maimuniyyah membolehkan kawin dengan cucu dari keturunan anak perempuan, anak perempuan dari keponakan laki-laki atau keponakan perempuan. Menurut mereka yang diharamkan hanya mengawini anak perempuan, anak saudara perempuan, dan tidak ada larangan anak-anak mereka.
Ketiga, kelompok Al-Hamziyyah yang berdasarkan ajaran Hamzah ibn Adrak. Kelompok ini sependapat dengan Al-Maimuniyyah tentang qadar, namun mereka berbeda pendapat tentang anak orang muslim dan musyrik. Menurut kelompok ini kedua anak itu di dalam neraka. Dan menurutnya, boleh saja ada dua orang kepala negara pada suatu masa.
Keempat, kelompok Al-Khallafiyyah adalah kelompok yang mengikuti ajaran Khallaf Al-Khariji. Kelompok ini termasuk kelompok khawarij yang ada di daerah Kirman dan Makran yang berbeda pendapat dengan Al-Hamziyyah tentang qadha dan qadar.Menurutnya anak orang musyrik masuk neraka, karena ia belum mempunyai perbuatan yang menyebabkan dirinya berhak masuk ke dalam surga,dan juga ia tidak di perintah meninggalkan perbuatan yang tercela.
Kelima, kelompok Al-Athrafiyyah adalah salah satu kelompok yang sependapat dengan kelompok Al-Hamziyyah tentang qadha dan qadar. Pemimpin kelompok ini adalah seorang yang bernama Ghalib Ibnu Syazik dari daerah Sajistan.
Keenam, kelompok Asy-Syu’aibiyyah. Pendiri kelompok ini adalah Syuaib bin Muhammad dan ia bersama Maimun tergolong Al-Ajaridah, namun ia memisah dari Al-Ajaridah dikala Al-‘Ajaridah menyatakan pendiriannya bahwa Allah yang menciptakan perbuatan manusia dan semua perbuatan yang lahir dari manusia hanya merupakan kasab dari manusia.
f. Ath-Tsa’alibah
Pendiri kelompok Tsa’alibah adalah Tsa’labah ibn ‘Amr yang dahulunya sependapat dengan Abd al-Karim Ibn ‘Araj dalam beberapa hal diantaranya posisi anak. Dalam masalah ini, Tsa’labah tidak sependapat dengan Al-‘Ajaridah. Tsa’labah berkata : tidak ada yang mengikat antara orang tua dengan anaknya, baik anak itu menjadi anak yang patuh terhadap ajaran agama atau tidak, sampai anak itu menjadi anak yang patuh terhadap ajaran agama atau tidak, sampai anak itu mencapai usia dewasa, telah sampai dakwah agama kepadanya. Menurut Tsa’labah, zakat dari hamba sahaya yang memiliki harta kekayaan yang sudah mencapai nisab dan dapat diserahkan kepada kelompok hamba sahaya yang miskin.
g. Al-‘Ibadiyyah
Kelompok ini adalah pengikut ‘Abdullah ibn ‘Ibadh yang memberontak terhadap pemerintahan khalifah Marwan ibn Muhammad. Menurut kelompok ini, negara yang dihuni umat Islam yang tidak sependapat dengan mereka yang masih dianggap negara yang berketuhanan kecuali benteng kepala negara termasuk Daru al-Harbi. Menurut mereka, orang yang melakukan dosa besar termasuk kafir, kafir ni’mat bukan kafir dalam arti menolak agama. Mengenai anak orang musyrik mereka tidak memberikan keputusan, kemungkinan disiksa sebagai balasan atau mungkin dimasukkan ke dalam surga karena rahmat Allah.
Mereka berbeda pendapat tentang nifaq, apakah dinamakan syirik atau bukan. Menurut mereka orang munafik di masa Rasulullah termasuk ahli tauhid namun mereka terlibat dalam dosa besar, karenanya dikatakan kafir disebabkan dosa besarnya bukan karena syiriknya.
Sebagian mereka mengatakan semua perintah Allah berlaku umum yang ditujukan karena di dalam Al-Qur’an tidak diterangkan hanya ditujukan kepada kelompok khusus. Menurutnya siapa yang mengakui kenabian Nabi Muhammad SAW dinamakan ahlul kitab sekalipun ia tidak memeluk agama itu. Dan orang yang melaksanakan ajaran Al-Qur’an termasuk mukmin. Dan yang tidak melaksanakannya dinamakan kafir musyrik. Semua dosa besar dan dosa kecil adalah syirik.
h. Ash – Shufriyyah
Ash-shufriyyah adalah nama kelompok yang mengikuti pemikiran Zayad ibn Ashfar. Pemikirannya berbeda dengan pemikiran yang berkembang di kalangan khawarij yang lain seperti Al-Azariqah, An-Najdat, dan Al-ibadiyyah.
Kelompok ini tidak mengkafirkan orang yang ikut berperang selama mereka masih seagama dan satu aqidah. Mereka mengakui adanya hukuman rajam dalam peperangan , tidak boleh membunuh anak orang musyrik dan tidak mengatakan anak orang musyrik kekal didalam neraka, menurut mereka taqiyah tidak diperbolehkan dalam perkataan tetapi boleh dalam perbuatan.
Tidak ada perbuatan yang dikategorikan dosa besar yang tidak ada hukumannya seperti meninggalkan shalat, lari dari medan pertempuran, dan orang seperti itu dinamakan karena perbuatannya.
C. Pandangan Khawarij mengenai Para Sahabat
Semua kaum khawarij bersepakat mengenai keadilan para sahabat yang meninggal pada masa Nabi SAW, masa Abu Bakar, Umar ibn al-Khathab, dan pada masa Ustman sebelum terjadinya fitnah. Semua aliran dalam kelompok besar khawarij juga bersepakat menerima kekhalifahan Abu Bakar al-Shidiq dan Umar ibn al Khathab serta melepaskan diri dari orang-orang yang menetang keduanya. Semua aliran khawarij juga menerima kekhalifahan Ustman pada masa enam tahun pertama kekhalifannya, namun kemudian mereka bersepakat menkafirkan Ustman setelah terjadinya fitnah di tengah umat islam. Mereka juga mengkafirkan Ali ibn Abi Thalib.
Kaum khawarij menyeru kaum muslim untuk meyakini akidah mereka ini. Kaum khawarij yang pada awalnnya merupakan pengikut dan pendukung Ali, yang menolong, membantu, melindungi, dan berperang bersamanya tiba-tiba menjadi musuh yang paling menentang Ali.
Pandangan kaum khawarij yang mengkafirkan banyak sahabat Rasulullah Saw itu berdampak jauh terhadap perkembangan umat islam.
Pertama, pandangan itu berakibat pada pengkafiran seluruh intinya semua orang yang berbeda paham dengan mereka adalah kafir.
Kedua, mereka menghalalkan peperangan kepada orang yang berbeda paham dengan merea, serta membolehkan perbudakan atas kaum wanita dan anak-anak musuh mereka meskipun mereka termasuk golongan sahabat, tabiin, atau al-sabiqun al-awalun.
Ketiga, kaum khawarij meninggalkan kesetiaan kepada para sahabat, tidak lagi menempuh jalan mereka, bahkan sebaliknya, bertentangnan dengan mereka dan menolak kabar-kabar yang mereka riwayatkan.
Keempat, kaum khawarij menyibukkan diri dengan permasalahn kafir syirik dan nifaq. Mereka dapat dengan cepat menghukumi seseorang sebagai kafir, musyrik atau munafik, tanpa berusaha mencari bukti, alasan atau menerima argumen.
Kelima, mereka mengkafirkan orang yang berbuat dosa besar dan dia akan kekal di neraka, tidak mungkindapat syafa’at untuk keluar darinya, dan tidak akan mendapat pengurangan azab.
Keenam, mereka menolak semua hadist Nabi yang diriwayatkan oleh para sahabat yang mereka kafirkan, seperti Ali ibn Abu Thalib dan para pengikutnya, Muawiyyah dan para pengikutnya, dan lain sebagainya.
Ketujuh, mereka banyak mendustakan hadist dan membuat-buat hadist yang bukan berassal dari Rasulullah SAW, untuk menguatkan pemikiran mereka yang salah sehingga mereka dipercaya oleh para pengikutnya.
Kaum khawarij memainkan peranan yang sangat penting dalam pergerakan politik dan kekacauan serta fitnah yang terjadi di tengah umat islam. Kendati demikian, jumlah hadist yang dibuat oleh kaum khawarij tidak lebih banyak daripada hadist-hadist yang dibuat syiah. Itu terjadi karena beberapa alasan:
1. Sesungguhnya salah satu perinsip yang dipegang oleh kaum khawarij adalah mengkafirkan orang yang berbohong karena itulah diantara mereka sangat jarang ditemukan pendusta.
2. Kendati dikenal sebagai kaum pedalaman yang keras kepala, kasar, pemarah, dan pembenci, mereka tidak siap menerima orang-orang baru dari bangsa-bangsa yang berbeda dengan ereka seperti bangsa Persia dan Yahudi.
3. Sesungguhnya alat utama yang dperigunakan oleh kaum khawatij untuk menyerang musuh-musuh mereka adalah senjata, kekeuatan, dan keberanian mereka.
Kedelapan, kaum khawarij menolak ijma’ atau kesepakatan umat islam sebagai salah satu sumber hukum persyariatan islam. Mereka tidak mengakui kehujahan ucapan sahabat mengenai sesuatu masalah yang tidak tersentuh pemikiran maupun ijtihad, kecuali jika ucapan itu berasal dari sahabat yang mereka anggap adil.
Kesembilan, kaum khawarij memisahkan diri dari kekuasaan atau penguasa yang dianggap zalim, tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi, pembuktian dan alasan yang bisa diterima. Mereka menyatakan keluar dari kepemimpinan umat islam dan mengkafirkan mereka tanpa memikirkan lebih dulu akibat dan dampak yang akan terjadi.
IV. KESIMPULAN
1. Jadi, Khawarij adalah kelompok dari semua orang yang memegang teguh prinsip khuru’ dari golongan Ali ibn Abi Thalib, melepaskan diri darinya, dan mengkafirkannya.
2. Kelompok-kelompok yang ada dalam khawarij adalah Al-Muhakamiyah, Al-Azariqah, An-Najadaat, Al-Baihasiah, Al-‘Ajaridah, Ats-Tsa’alibah, Al-‘Ibadiyyah, Ash-Shufriyyah.
3. Pandangan kaum khawarij yang mengkafirkan banyak sahabat Rasulullah SAW sangat berdampak jauh.
V. PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat saya sampaikan, saya sadar bahwa dalam pemaparan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat saya harapkan guna perbaikan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
DAFTAR PUSTAKA
Aceh, Abu Bakar. 1972. Rasionalisme Dalam Islam. Semarang: Ramadhani.
Al-usairy, Ahmad. 2009 Sejarah Islam. Jakarta: Akbar media.
Asy-Syahrastani. 2009. Al-Milal wa Al-Nihal. Surabaya: Bina Ilmu.
Montgomery. 1999. Studi Islam Klasik. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya
Murad, Mushthafa. 2007. Kisah Hidup Ali ibn Abu Thalib. Jakarta: Zaman
Nasution, Harun. 1986. Teologi Islam. Jakarta: UI Press.
Syukur, Fatah. 2009. Sejarah Peradaban Islam. Semarang: Pustaka Rizki Putra.
Minggu, 06 Mei 2012
FIVE PILLARS OF ISLAM
The framework of the muslim life is known as five pillars of islam; they are Shahada, salat or prayer, zakat as a concern for the needy , fast for self-purification, and the pilgrimage to Makkah for those who are able.
The first one, Shahada, is a declaration of faith, that there is no God worthy of worship except Allah and Muhammad is His Messenger. Second is salat, the obligatory prayers which are performed five times a day, and are a direct link between the worshipper and God. Prayers are performed at dawn. Noon, mid-afternoon, sunset and nightfall, and this determine the rhytim of the entire day. Although it is preferable to worship togheter in a mosque, a muslim may pray almost anywhere, such as in fields, offices, factories, and universities.
The third one is zakat or alms giving, i.e. the giving of a small percentage of one’s income to charity. The word zakat means both purification and growth. Our possessions are purified by setting aside a proportion of our wealth for those in need, and like the pruning of the plants, this cutting back balances and encourages new growth. Each Muslim calculates his or her own zakat individually. For most purposes this involves the payment each year of two and a half percent of one’s capital.
The fourth is fasting in the month of Ramadhan, all Muslims fast from the first light until sundown , abstaining from food, drink and sexsual relations. Those who are sick, elderly or on a journey, and woman who are pregnant or nursing are permitted to break the fast and make up an equal number of days later in the year. Despite the fact that fasting is most beneficial to human health, such as detoxification effect, it is mainly regarded as a method of self-purification. A fasting person also gains true sympathy with those who go hungry as well as strength in one’s spiritual life.
The fifth is the annual pilgrimage to Makkah-the Hajj. This is an obligation only for those who are physically and financially able to perform it Nevertheless , about two million people go to Makkah each year from every corner of the globe providing a unique opportunity for those of different nations to meet another . Pilgrims wear special clothes, i.e. simple garments which strip away differences of class and culture , so that all stand equal before God
Langganan:
Komentar (Atom)
